Tanpa Gawai, Begini Serunya Ratusan Siswa Mainkan 38 Permainan Tradisional

Elde Joyosemito
Ratusan siswa kembali diajak mengenal permainan tradisional yang mulai jarang ditemui di tengah perkembangan teknologi. (Foto: iNewsPurwokerto)

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id — Ratusan siswa dari berbagai jenjang pendidikan kembali diajak mengenal permainan tradisional yang mulai jarang ditemui di tengah perkembangan teknologi pada Minggu (6/9/2026). Mereka tidak hanya melihat, tetapi juga mencoba langsung 38 jenis permainan tradisional dari berbagai daerah di Indonesia tanpa gawai.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam Festival Permainan Tradisional 2026 yang digelar PC Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto sebagai bagian dari rangkaian Milad ke-112 Al Irsyad Al Islamiyyah sekaligus Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto Education Expo #3.

Festival yang mengusung tema “Melestarikan Budaya, Merajut Kebersamaan” itu dipusatkan di Sport Center SMP dan SMA IT Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto. Pesertanya tidak hanya siswa, tetapi juga melibatkan guru dan tenaga pendidikan, wali murid, keluarga besar Al Irsyad, masyarakat umum, tokoh masyarakat hingga unsur pemerintah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Widodo Sugiri mengatakan, kegiatan tersebut menjadi langkah positif untuk mengajak anak-anak kembali aktif bergerak sekaligus mengenal akar budaya bangsa.

Menurut dia, perkembangan teknologi membuat anak-anak saat ini semakin dekat dengan gadget. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi aktivitas fisik dan interaksi langsung antaranak.“Ini adalah hal yang luar biasa ketika anak-anak sudah terbiasa, terutama anak-anak sekarang terbiasa menggunakan gadget. Kemudian tidak banyak bergerak,” kata Widodo.

Karena itu, pengenalan kembali permainan tradisional dinilai penting. Permainan tradisional tidak hanya mengajak anak bergerak, tetapi juga menjadi sarana untuk mengenalkan budaya yang mulai terlupakan. “Nah ini, mengembalikan permainan tradisional dan ini diadakan oleh Al Irsyad adalah hal yang luar biasa,” ujarnya.

Widodo menilai kegiatan tersebut menunjukkan adanya kepedulian terhadap penguatan akar budaya dalam pendidikan. Anak-anak, kata dia, tidak cukup hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga perlu memahami lingkungan sosial dan budaya yang menjadi bagian dari kehidupan mereka.

Editor : EldeJoyosemito

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network