"Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan, mulai dari pemerintah daerah, Forkopimda, KNEKS, KDEKS, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), organisasi perangkat daerah, instansi vertikal, lembaga ZISWAF, perbankan dan lembaga keuangan, akademisi, pondok pesantren, komunitas, media, pelaku UMKM, hingga berbagai mitra lainnya,"ujarnya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Banyumas Ir Junaidi menilai kegiatan seperti SELARAS memiliki arti penting dalam mendorong aktivitas perekonomian daerah.
"Kolaborasi pemerintah daerah dengan Bank Indonesia, perbankan, dunia usaha, akademisi, komunitas, serta masyarakat dapat memperluas akses pasar bagi UMKM sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi yang dimiliki Banyumas Raya,"katanya.
Penguatan ekosistem halal juga menjadi salah satu perhatian dalam SELARAS 2026. Salah satunya melalui peluncuran Zona KHAS atau Kuliner, Halal, Aman, dan Sehat di Z-Corner Alun-Alun Banyumas serta Kampus UIN Saizu Purwokerto.
Selain itu, dilakukan fasilitasi sertifikasi Rumah Potong Hewan (RPH) dan Rumah Potong Unggas (RPU), serta peningkatan kapasitas penyelia halal.
Pada sektor hilir, Sharia Fair menghadirkan 75 UMKM halal yang bergerak di bidang makanan dan minuman, wastra, serta kriya.
Promosi produk UMKM juga diperluas dengan menggandeng berbagai kegiatan di wilayah Banyumas Raya, seperti Pasar Ramadhan UMP, Cilacap Expo, Festival Gunung Slamet di Purbalingga, hingga Dieng Culture Festival di Banjarnegara.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
