Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Lagi Rapat Anggota Parlemen Ukraina Ledakan 3 Granat Tangan, 26 Politikus Langsung Tumbang
Advertisement . Scroll to see content

Viral, Penis Serdadu Ukraina Dipotong Tentara Rusia Saat Ditawan

Sabtu, 30 Juli 2022 | 12:37 WIB
  • author Muhaimain
Viral, Penis Serdadu Ukraina Dipotong Tentara Rusia Saat Ditawan
Viral, penis serdadu Ukraina dipotong tentara Rusia saat ditawan. Hal itu terekam dalam sebuah video dan beredar di media sosial sejak Kamis. Foto: Ist

KIEV, iNewsPurwokerto.id - Viral, penis serdadu Ukraina dipotong tentara Rusia saat ditawan. Hal itu terekam dalam sebuah video dan beredar di media sosial sejak Kamis.

Hal ini memicu kehebohan dan kemarahan di antara politisi Ukraina. Keaslian video tersebut belum bisa diverifikasi secara independen. 

Menurut anggota Parlemen Ukraina; Inna Sovsun, yang mem-posting rekaman video tersebut sebelum akun media sosialnya ditangguhkan, mengatakan; "Video itu menggambarkan tentara Rusia dari Batalyon Akhmat Chechnya memotong alat kelamin tawanan perang Ukraina." 

Beberapa media Barat melaporkan bahwa sekelompok tentara Rusia menahan seorang pria yang mengenakan seragam militer Ukraina sambil meneriakkan bahasa yang menghina kepadanya. 

Sebuah pisau seperti pemotong kotak kemudian diduga digunakan untuk memutilasi organ vital individu tersebut. Tidak jelas apa yang terjadi selanjutnya pada serdadu Ukraina itu setelah video itu berakhir, tetapi beberapa laporan mengeklaim serdadu itu kemudian dibunuh. 

"Orang-orang harus tahu apa yang dilakukan Rusia," kata Sovsun dalam sebuah posting Twitter setelah akunnya diaktifkan kembali. Tidak jelas kapan atau di mana rekaman video itu diambil.

Asisten editor asing untuk The Times, Maxim Tucker, men-tweet Kamis bahwa video itu asli menurut situs investigasi yang berbasis di Belanda; Bellingcat. 

Penasihat presiden Ukraina Mikhailo Podolyak melalui Twitter menyuarakan kemarahannya. "Para propagandis Rusia dengan senang hati menunjukkan bagaimana sekelompok orang [Rusia] tidak manusiawi menghancurkan seorang tawanan," tulis Podolyak, seperti dikutip Fox News, Jumat (29/7/2022). 

"Seluruh dunia perlu memahami: Rusia adalah negara kanibal yang menikmati penyiksaan dan pembunuhan," lanjut dia. 

"Tapi kabut perang tidak akan membantu menghindari hukuman para algojo." Militer Rusia belum berkomentar atas beredarnya rekaman video penyiksaan yang dialami tentara Ukraina tersebut. 

Beberapa kelompok hak asasi manusia (HAM) sebelumnya menuduh Rusia telah melakukan banyak kejahatan perang selama invasinya ke Ukraina. Namun, Moskow menuduh balik pihak militer Kiev yang melakukan kejahatan perang.

Editor: Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut