Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 2 Jam Menegangkan, Polisi Gagalkan Percobaan Bunuh Diri Pria Lansia dari Atap di Purwokerto Selatan
Advertisement . Scroll to see content

Mati Bunuh Diri Salah Satu Dosa Besar Apakah Perlu Disholatkan, Begini Penjelasan Ulama

Jum'at, 05 Agustus 2022 | 14:24 WIB
  • author Tim iNews.id
Mati Bunuh Diri Salah Satu Dosa Besar Apakah Perlu Disholatkan, Begini Penjelasan Ulama
Bunuh diri sangat dilarang Islam karena cara ini adalah bentuk putus asa. Foto: Ilustrasi/Ist

Melansir laman Muslim or id disebutkan, di dalam riwayat An-Nasa’i disebutkan,

أَمَّا أَنَا فَلَا أُصَلِّي عَلَيْهِ

“Adapun aku, maka aku tidak mensholatinya.”(HR. An-Nasa’i no. 1964, dinilai sahih oleh Al-Albani)
Lafaz dalam hadis di atas menunjukkan bahwa pada dasarnya, tetap diperbolehkan bagi seorang pemimpin jika ingin mensalati jenazah yang mati bunuh diri. 

Hal ini karena dengan perbuatan bunuh diri tersebut, dia sangat membutuhkan dan masih berhak mendapatkan syafaat dan doa dari kaum muslimin yang mensalati jenazahnya.

 Syekh Dr. Shalih Al-Fauzan Hafizahullah menjelaskan, 

“Apakah makna hadis ini menunjukkan bahwa pelaku bunuh diri tidak disalati sama sekali? Tidak. Akan tetapi, yang tidak mensalati adalah orang-orang yang memiliki keutamaan di tengah masyarakat.

Adapun kaum muslimin lainnya (baca: masyarakat biasa) tetap mensalatinya. Hal ini karena salat jenazah hukumnya wajib kifayah.

Adapun orang terpandang tidak perlu mensalati jenazahnya, hal ini sebagai bentuk peringatan agar manusia menjauhi perbuatan dosa yang jelek tersebut.

Editor: Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut