Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 2.877 Arsip Batik Indonesia Ungkap Jejak Perdagangan dan Perjumpaan Budaya
Advertisement . Scroll to see content

Mengenal Motif Batik Parang Lereng yang Dilarang Dipakai pada Resepsi Pernikahan Kaesang-Erina

Kamis, 15 Desember 2022 | 10:59 WIB
  • author Tim Okezone/ NET Purwokerto
Mengenal Motif Batik Parang Lereng yang Dilarang Dipakai pada Resepsi Pernikahan Kaesang-Erina
Ilustrasi Batik Parang. Foto: Ist

Selain motif tertua, parang juga mengandung makna yang mendalam. Motif tersebut melambangkan petuah untuk tidak pernah menyerah. Hal tersebut layaknya ombak di lautan yang tak pernah berhenti bergerak.

Motif batik parang memiliki makna jalinan yang tidak pernah terputus. Hal tersebut tampak dari bentuk seperti “S” yang tak terputus. Jalinan tak terputus tersebut berkaitan dengan upaya memperbaiki diri, upaya memperjuangkan kesejahteraan, dan jalinan kekeluargaan.

Sedangkan Garis diagonal pada batik tersebut menjadi lambang penghormatan dan cita-cita, serta kesetiaan terhadap nilai yang sebenarnya. Pola parang memiliki dinamika yang disebut sebagai lambang ketangkasan, kewaspadaan, dan kontituinitas antarpekerja.

Semua jenis batik parang ini juga mempunyai makna sendiri, di mana sesuai perkembangan zaman, batik parang memiliki beragam jenis, yaitu parang barong, parang kusumo, parang rusak, parang curigo, parang pamor, parang tuding, parang centung, parang klitik, dan masih banyak lagi.

Meski memiliki makna berbeda-beda, masing-masing juga berbeda penggunaannya dan menunjukkan status orang yang memakainya. Itulah makna filosofis dan sejarah batik parang yang menarik untuk diketahui sebagai warisan budaya yang kini telah mendunia.

 

Editor: Arbi Anugrah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut