Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ciri Orang yang Mendapatkan Malam Lailatul Qadar, Hati Damai Meski Diterpa Ujian
Advertisement . Scroll to see content

Keutamaan Memuliakan Janda, Ini Penjelasannya

Kamis, 10 Februari 2022 | 19:49 WIB
  • author Tim iNews.id
Keutamaan Memuliakan Janda, Ini Penjelasannya
Memuliakan janda tidak harus dengan menikahi, bisa juga dengan membantu kebutuhannya dan ini sangat dianjurkan dalam pandangan agama. Foto ilustrasi/ist

Jadi, apa sebenarnya makna menafkahi janda? Hadis yang disebutkan di atas adalah motivasi untuk membantu dan meringankan beban orang miskin dan janda. Bukan difokuskan untuk menikahi janda. Mesk begitu, bisa juga dinilai bahwa amal baik seorang laki-laki adalah dalam bentuk menikahi janda.

Namun, ketika seorang janda sudah dinikahi dengan baik-baik maka statusnya sudah berubah menjadi istri dan menjadi sebuah kewajiban bagi suami untuk menafkahi istri dan keluarganya.

السَّاعِى عَلَى الأَرْمَلَةِ وَالْمِسْكِينِ كَالْمُجَاهِدِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ ، أَوْ كَالَّذِى يَصُومُ النَّهَارَ وَيَقُومُ اللَّيْلَ

"Orang yang berusaha memenuhi kebutuhan janda dan orang miskin, pahalanya seperti mujahid fi Sabilillah atau seperti orang yang rajin puasa di siang hari dan rajin tahajud di malam hari." (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis di atas menekankan dan menganjurkan untuk memenuhi kebutuhan janda. Terutama janda tua yang tidak memiliki keluarga yang bisa memenuhi kebutuhannya.

Dalam buku Syarah Shahih Muslim, An-Nawawi mengatakan :

المراد بالساعي الكاسب لهما العامل لمؤنتهما

"Yang dimaksud “berusaha memenuhi nafkah” artinya bekerja untuk memenuhi kebutuhan nafkah janda.

Wallahu a’lam
 

 

Editor: Arbi Anugrah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut