Pengambilan Kupon Vaksinasi Timbulkan Kerumunan, Polisi Minta Maaf

Elde Joyosemito
.
Jum'at, 30 Juli 2021 | 23:18 WIB
Pengambilan kupon vaksinasi timbulkan kerumunan. (Foto: Istimewa)

PURWOKERTO, iNews.id- Ratusan orang memadati jalan di sekitar Polresta Banyumas pada Jumat (30/7/2021) sore. Mereka datang untuk mendaftar dan mengambil kupon untuk mengikuti vaksinasi yang bakal digelar pada Sabtu (31/7/2021).

Dalam pembagian kupon tersebut, terlihat warga yang sangat antusias untuk mengikuti vaksinasi berjubel. Kerumunan tidak dapat dihindari baik warga yang menggunakan sepeda motor maupun jalan kaki.

Foto dan video kerumunan mendadak viral di media sosial. Banyak kalangan menyayangkan terjadinya kerumunan tersebut. Satu sisi menunjukkan bahwa animo masyarakat Banyumas sangat tinggi untuk mengikuti vaksinasi. Namun, di sisi lain pengambilan nomor urut malah menimbulkan kerumunan.

“Saya sebetulnya mau mendaftar, tetapi karena sudah sangat penuh, terpaksa saya urungkan niat saya. Banyak sekali orang yang berkerumun,”tutur salah seorang warga bernama Adi.

Kepala Satgas 7 Polresta Banyumas AKP R Manggala Agung meminta maaf atas terjadinya kerumunan tersebut. “Dari pimpinan sudah memikirkan dan mempertimbangkan yang terbaik untuk kebaikan semuanya. Tidak ada hal jelek yang kita inginkan. Kalau dalam pelaksanaannya berbeda dengan ekspektasi, ya mohon maaf,”jelasnya lewat keterangan tertulis.

Ia mengatakan bahwa Polresta Banyumas tidak menggunakan aplikasi karena tidak semua masyarakat memahami aplikasi. “Di sini, kita ingin ada ass keadilan, karena masih banyak yang kaum tua yang gagap teknologi,”ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya telah menguatkan personel untuk melakukan penjagaan dan pengaturan. “Sudah ada perintah dari pimpinan untuk penguatan personel guna mengatur masyarakat, tapi berjalan di luar dugaan dan perkiraan kita. Masyarakat hadir jauh sebelum pelaksanaan. Waktupelaksanaan jam 15.00 WIB, tetapi masyarakat datang 1,5 jam sebelumnya,"ungkapnya.

Dia juga menjelaskan bahwa kupon vaksin yang telah habis karena memang jumlahnya sangat terbatas. Bahkan, lebih sedikit jika dibandingkan dengan waktu-waktu sebelumnya.

 

 

Editor : Elde Joyosemito
Bagikan Artikel Ini