BPJS Kesehatan Purwokerto Ingatkan Status Kepesertaan JKN Senantiasa Aktif
Kemudahan layanan digital turut dirasakan Novika Rahayu (33), seorang ibu rumah tangga dari Kecamatan Sumbang, Banyumas. Ia mengaku terbantu karena rutin memantau status kepesertaannya melalui Aplikasi Mobile JKN.
“Bulan Juli lalu kepesertaan JKN keluarga saya tiba-tiba non-aktif. Untungnya cepat ketahuan karena saya rutin cek lewat aplikasi,” kata Novika.
Novika dan keluarganya sebelumnya masuk segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI). Setelah mendapati status non-aktif, ia segera beralih menjadi peserta mandiri agar tetap mendapat perlindungan kesehatan.
“Kesehatan itu penting, jadi Program JKN ada buat antisipasi. Setelah tahu non-aktif, saya langsung datang ke kantor BPJS Kesehatan untuk mengaktifkan kembali,” ujarnya.
Sejak 2019 menjadi peserta JKN, Novika mengaku banyak merasakan manfaat. Pada 2023, ia menjalani operasi caesar yang seluruh biayanya ditanggung JKN.
“Kalau harus bayar sendiri tentu kami tidak siap. Layanannya bagus, saya tidak merasa dikucilkan, semua ramah dan tanpa biaya tambahan,” kenangnya.
Selain itu, Program JKN juga menanggung biaya operasi katarak orang tuanya pada 2024. Menurut Novika, pengalaman tersebut semakin meyakinkan dirinya bahwa JKN sangat penting untuk menjamin kesehatan keluarga.
Editor : EldeJoyosemito