get app
inews
Aa Text
Read Next : Miris! Suami Aniaya Istri Hamil 8 Bulan di Banyumas, Polisi Ungkap Kronologi

Diundang Kemenpar ke Bali, Bupati Banyumas Paparkan Transformasi Pengelolaan Sampah

Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:35 WIB
header img
Keberhasilan Kabupaten Banyumas dalam mengelola sampah membuat Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengundang Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono ke Bali. (Foto: Istimewa)

RDF hasil pengolahan sampah Banyumas saat ini telah dimanfaatkan oleh industri semen, di antaranya PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) Cilacap dan Pabrik Semen Bima Ajibarang. Sementara biomassa dan SRF diproyeksikan menjadi sumber energi alternatif bagi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Sadewo mengatakan keberhasilan pengelolaan sampah tersebut turut mendukung pengembangan sektor pariwisata yang menjadi salah satu andalan Banyumas. Dengan 39 daya tarik wisata yang dikunjungi lebih dari tiga juta wisatawan nusantara sepanjang 2025, kebersihan lingkungan menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing destinasi wisata.

"Pariwisata Banyumas sangat bertumpu pada wisata alam dan ekowisata. Lingkungan yang bersih, udara yang sejuk, serta kelestarian alam merupakan modal utama yang harus dijaga bersama," katanya.

Karena itu, pengelolaan sampah di kawasan wisata juga menjadi perhatian khusus. Sistem yang diterapkan menitikberatkan pada pemilahan sampah sejak dari sumber, pengolahan sampah organik di lokasi wisata, serta pengelolaan residu melalui kerja sama dengan KSM pengelola sampah.

Menurut Sadewo, langkah tersebut bertujuan mengurangi timbulan sampah, mewujudkan destinasi wisata yang ramah lingkungan, meningkatkan partisipasi masyarakat, sekaligus mendukung pengembangan ekonomi sirkular.

Hasilnya, sistem pengelolaan sampah Banyumas tidak hanya memberikan dampak lingkungan, tetapi juga manfaat ekonomi dan sosial yang signifikan. Pemerintah Kabupaten Banyumas mencatat ekosistem pengelolaan sampah tersebut telah menciptakan sekitar 1.500 lapangan kerja baru.

Selain itu, biaya operasional pengelolaan sampah yang sebelumnya mencapai sekitar Rp30 miliar per tahun kini berhasil ditekan menjadi kurang dari Rp10 miliar per tahun. Berbagai produk hasil pengolahan sampah juga memberikan nilai ekonomi tambahan bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

"Kami ingin membuktikan bahwa pengelolaan sampah yang baik tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja, menggerakkan ekonomi masyarakat, dan mendukung pembangunan pariwisata yang berkelanjutan," kata Sadewo.

Ia menegaskan, pengalaman Banyumas menunjukkan bahwa pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat menjadi salah satu model tata kelola lingkungan yang efektif dalam mendukung pembangunan daerah sekaligus menjaga keberlanjutan sektor pariwisata.

Melalui forum WI-STIF 2026, Pemkab Banyumas berharap pengalaman tersebut dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengembangkan tata kelola lingkungan yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.

Editor : EldeJoyosemito

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut