Ruwat Bumi Wanogara Wetan, Pemkab Dorong Pelestarian Wayang Kulit dan Budaya Lokal
Sementara itu, Kepala Desa Wanogara Wetan Muhammad Akhyar Siarno menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Purbalingga dan perhatian pemerintah daerah terhadap pembangunan di wilayahnya.
Menurut Akhyar, sejumlah proyek infrastruktur yang telah dibangun pemerintah memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam memperlancar akses transportasi dan aktivitas ekonomi warga.
“Jalan Pasar Pahing–Rembang dan Majingklak–Tunjungmuli kini sudah lebih baik dan sangat membantu masyarakat. Tahun lalu kami juga mendapatkan Bantuan Keuangan Khusus dari pokok pikiran Bupati. Tahun ini pembangunan lantai dua kantor kepala desa juga akan dilaksanakan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati,” katanya.
Rangkaian kegiatan Ruwat Bumi 2026 di Desa Wanogara Wetan berlangsung selama beberapa hari dengan beragam agenda budaya dan kemasyarakatan. Kegiatan tersebut meliputi kirab budaya, prosesi ruwat bumi yang ditandai pengambilan air dari tujuh sumber mata air, lomba gunungan antar-RT, hingga sosialisasi bahaya judi online dan pinjaman online yang disampaikan jajaran Polres Purbalingga.
Puncak acara ditandai dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang menghadirkan dalang Eko Suwaryo dari Kebumen. Pertunjukan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan berlangsung meriah hingga larut malam.
Acara turut dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purbalingga, unsur Forkopimcam Rembang, para kepala desa se-Kecamatan Rembang, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh budaya, serta ribuan warga yang memadati area pertunjukan.
Pemerintah daerah berharap tradisi Ruwat Bumi di Desa Wanogara Wetan dapat terus dipertahankan sebagai agenda budaya tahunan yang tidak hanya memperkuat kebersamaan masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu daya tarik budaya di Kabupaten Purbalingga.
Editor : EldeJoyosemito