get app
inews
Aa Text
Read Next : Inovasi Dikembangkan untuk Dongkrak Pemasaran Jamu Tradisional di Brebes

Dari Warisan Leluhur ke Industri Masa Depan, Jamu Indonesia Siap Mendunia

Senin, 22 Juni 2026 | 14:07 WIB
header img
Perkumpulan Pelaku Jamu Alami Indonesia (PPJAI) mendorong percepatan industrialisasi pada dunia herbal dan rempah. (Foto: Istimewa)

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id - Perkumpulan Pelaku Jamu Alami Indonesia (PPJAI) mendorong percepatan industrialisasi pada dunia herbal dan rempah. Harapan itu disampaikan saat menggelar forum PPJAI Pentahelix 2026 di Auditorium Ukhuwah Islamiyah, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, pekan lalu. 

Mengusung tema "Modernizing Heritage: Jamu Sebagai Solusi Wellness Masa Depan Bangsa", kegiatan tersebut menjadi wadah kolaborasi antara unsur pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media untuk memperkuat pengembangan industri jamu nasional.

Ketua Umum PPJAI, apt. Heri Susanto, menegaskan bahwa percepatan industrialisasi sektor herbal dan rempah menjadi kebutuhan mendesak di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap produk kesehatan berbasis alami.

"PPJAI mendorong percepatan industrialisasi pada dunia herbal dan rempah. Sebagai jembatannya, PPJAI mengusulkan agar pemerintah mengakomodir herbal dan rempah menjadi bagian dari ekosistem program Makan Bergizi Gratis," ujarnya saat acara yang berbarengan dengan peringatan Hari Jamu Nasional ke-18.

Ia menilai sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam memperkuat daya saing jamu Indonesia. Menurutnya, kolaborasi yang terjalin antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, masyarakat, dan media akan membuka peluang yang lebih besar bagi pengembangan industri jamu di masa mendatang.

"Dengan kolaborasi yang kuat antara pelaku usaha, pemerintah, akademisi, masyarakat, dan media, saya yakin masa depan jamu Indonesia akan semakin cerah," katanya.

Senada dengan itu, Ketua Dewan Pembina PPJAI, Mukit Hendrayatno, mengajak generasi muda untuk ikut mengambil peran dalam menjaga keberlanjutan industri jamu.

Menurutnya, jamu merupakan produk dengan nilai tambah tinggi yang harus terus dilestarikan agar tidak sekadar menjadi bagian dari warisan budaya.

"Jamu adalah produk bernilai tambah tinggi. Jika tidak dilestarikan oleh para penerus, bukan tidak mungkin jamu hanya akan bergeser dari kekayaan alam menjadi sekadar cagar budaya," tegasnya.

Dari sisi pengawasan dan regulasi, Kepala Balai Besar POM di Banyumas, Gidion, menekankan pentingnya standardisasi produk dalam meningkatkan daya saing industri jamu.

Ia berharap para pelaku usaha memandang regulasi sebagai instrumen yang dapat memperluas akses pasar dan meningkatkan kepercayaan konsumen.

"Kami ingin pelaku usaha jamu memandang regulasi bukan sebagai hambatan, melainkan sebagai jembatan menuju pasar yang lebih luas dan terpercaya," ujarnya.

Dukungan terhadap pengembangan ekosistem jamu juga datang dari tingkat legislatif. Anggota Komisi IX DPR RI, Teti Rohatiningsih, menyatakan komitmennya untuk terus mendorong kebijakan yang berpihak kepada pelaku usaha jamu.

"DPR RI terus mendorong agar kebijakan nasional semakin berpihak kepada pelaku usaha jamu, mulai dari kemudahan regulasi hingga perluasan akses pasar," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, PPJAI juga memberikan penghargaan kepada Rektor UMP, Jebul Suroso, sebagai Akademisi Peduli UMKM Jamu. Selain itu, penghargaan turut diberikan kepada pelaku jamu gendong tertua di Banyumas, petani tanaman obat terbaik, perusahaan jamu tradisional tertua, serta toko jamu seduh tradisional terpopuler di Banyumas.

Kegiatan semakin meriah dengan penampilan Tari Memayu Hayuning Raga, parade busana Perempuan Berkebaya Indonesia dengan kostum jamu gendong, lomba meracik jamu yang diikuti sembilan perguruan tinggi, serta perlombaan dolanan tradisional yang diikuti sejumlah entitas perusahaan anggota PPJAI.

Melalui penyelenggaraan PPJAI Pentahelix 2026, para pelaku industri jamu menegaskan bahwa modernisasi bukan berarti meninggalkan tradisi. Sebaliknya, upaya tersebut menjadi langkah untuk memperkuat warisan budaya bangsa agar produk jamu Indonesia mampu berkembang dan bersaing di pasar global.

Editor : EldeJoyosemito

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut