Tradisi Pengambilan Air Tuk Sikopyah Jadi Ikon Hari Kedua Festival Gunung Slamet
Bupati Fahmi mengatakan Festival Gunung Slamet merupakan salah satu agenda budaya unggulan Kabupaten Purbalingga yang mampu menggabungkan pelestarian tradisi, pengembangan pariwisata, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Festival ini bukan sekadar pertunjukan budaya, tetapi juga mengandung pesan tentang pentingnya menjaga alam, memperkuat kebersamaan, dan mensyukuri karunia Tuhan melalui sumber air serta hasil bumi yang dimiliki masyarakat Desa Serang," ujarnya.
Menurut Fahmi, penyelenggaraan Festival Gunung Slamet pada tahun lalu berhasil menarik sekitar 50 ribu pengunjung dengan nilai transaksi ekonomi mencapai Rp3,5 miliar.
Pemkab Purbalingga berharap capaian tersebut dapat meningkat pada pelaksanaan tahun ini sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat, khususnya para petani sayuran di Desa Serang.
Usai seluruh rangkaian prosesi selesai, peserta festival menikmati makan bersama Nasi 3G, kuliner khas Desa Serang yang terdiri atas nasi jagung, gereh (ikan asin), gundil (tempe goreng), dan gandul atau tumis pepaya muda. Tradisi makan bersama itu menjadi penutup rangkaian acara sekaligus mempererat kebersamaan antara warga, tamu undangan, dan wisatawan yang hadir pada Festival Gunung Slamet IX.
Editor: EldeJoyosemito