Ratusan Siswa Bintara Mulai Pendidikan di SPN Purwokerto, Ada Prosesi Siraman
Menurut Joko Pitoyo, pembelajaran juga menitikberatkan pada pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan kepolisian agar para lulusan mampu memberikan pelayanan yang cepat, transparan, dan responsif sesuai kebutuhan masyarakat di era digital.
Sementara Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Pol Latif Usman menegaskan peserta Pendidikan Pembentukan (Diktuk) Bintara Polri Kemampuan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Tahun Anggaran 2026 harus mempersiapkan diri menjadi personel Polri yang profesional, berintegritas, dan mengedepankan pelayanan humanis kepada masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Brigjen Pol Latif Usman saat membacakan amanat Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri Komjen Pol RZ Panca Putra pada pembukaan pendidikan Bintara Polri Kemampuan SPKT Tahun Anggaran 2026.
Secara nasional, pendidikan ini diikuti 4.792 peserta didik, terdiri atas 708 polisi wanita yang menjalani pendidikan di Sepolwan Lemdiklat Polri serta 4.084 peserta pria yang mengikuti pendidikan di 31 Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda di seluruh Indonesia.
Brigjen Pol Latif mengatakan pendidikan tersebut bukan sekadar mengubah status masyarakat sipil menjadi anggota Polri, melainkan proses pembentukan karakter, pengetahuan, keterampilan, mental, dan budaya kerja agar para lulusan benar-benar siap menjalankan tugas sebagai pelaksana fungsi kepolisian, khususnya di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).
Menurutnya, tema pendidikan Polri tahun ini, yakni "Membangun Keutamaan Pendidikan Polri yang Berbasis Moral dan Literasi untuk Mendukung Program Kedaulatan Pangan, Energi, dan Ekonomi yang Produktif serta Inklusif", menegaskan pentingnya membentuk personel yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki moral, integritas, kemampuan berpikir analitis, serta mampu memanfaatkan teknologi kepolisian berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence).
Editor : EldeJoyosemito