Banyumas Peroleh Penghargaan Initiative of the Year pada Ajang ISRA 2026
Penghargaan tersebut, lanjutnya, diharapkan semakin memacu Pemkab Banyumas untuk terus menghadirkan berbagai inovasi di bidang lingkungan hidup serta memperkuat implementasi pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan prinsip-prinsip ESG.
Sebelum acara penghargaan, Bupati Banyumas juga menjadi pembicara terkait dengan pengelolaan sampah. Menurut Bupati, paradigma pengelolaan sampah di Banyumas tidak lagi sekadar mengangkut dan membuang sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA), melainkan mengubah sampah menjadi sumber daya yang bernilai melalui konsep waste to value dan waste to money.
"Pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya dengan melibatkan masyarakat. Sampah bukan lagi menjadi beban, tetapi dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan," kata Sadewo.
Berdasarkan data Pemkab Banyumas, timbulan sampah rumah tangga dan sejenis rumah tangga di Kabupaten Banyumas mencapai 738,84 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 574,52 ton per hari atau 77,76 persen telah berhasil dikelola, sedangkan 164,32 ton per hari atau 22,24 persen masih belum tertangani secara optimal.
Sadewo menjelaskan, sampah yang belum terkelola tersebut tersebar di 15 kecamatan, terutama di wilayah perbatasan kabupaten, yang hingga kini masih menggunakan pola pengelolaan secara konvensional. Karena itu, pemerintah daerah terus memperluas infrastruktur dan sistem pengelolaan berbasis masyarakat agar seluruh wilayah dapat terlayani.
Editor : EldeJoyosemito