Uji Coba Digitalisasi Perlinsos di Banyumas, Warga Berbondong-bondong Lakukan Pendataan
"Langkah ini merupakan upaya untuk memastikan bantuan sosial itu dapat disalurkan lebih tepat sasaran, cepat, transparan, akuntabel dan didukung data yang akurat," ujar Prasetya.
Menurut dia, piloting di Banyumas merupakan kelanjutan dari uji coba yang sebelumnya dilaksanakan di Banyuwangi. Pemerintah, kata dia, perlu menguji sistem tersebut di wilayah dengan karakteristik berbeda sebelum diterapkan secara nasional.
"Perluasan ini merupakan kelanjutan dari uji coba yang dilaksanakan tahun kemarin di Banyuwangi. Pemerintah ingin memastikan bahwa sistem ini bisa berjalan dengan baik di berbagai karakteristik daerah dan memperoleh masukan sebelum sistem ini akan diterapkan secara nasional," katanya.
Prasetya menyebut digitalisasi bantuan sosial ditargetkan mulai diterapkan pada 2027. Untuk saat ini, pemerintah masih berfokus pada tahap pengujian sistem sekaligus menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung.
"Jadi untuk jadwal uji coba ini telah dimulai sejak Juli dan Agustus ini," ujarnya.
Banyumas dipilih menjadi salah satu lokasi piloting karena dinilai memiliki kesiapan pemerintah daerah serta infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan program.
"Kalau pemilihan lokasi itu berdasarkan kesiapan dari daerah dan juga kesiapan infrastruktur, kesiapan juga pemerintah daerahnya," jelas Prasetya.
Melalui sistem tersebut, masyarakat dapat mengajukan diri secara mandiri sebagai calon penerima manfaat. Data yang masuk selanjutnya diverifikasi dan dicocokkan dengan berbagai sumber data yang telah terintegrasi.
Prasetya mengatakan proses pengajuan memungkinkan masyarakat masuk dalam sistem perlindungan sosial untuk selanjutnya menjalani tahapan verifikasi. Salah satunya berupa verifikasi wajah setelah memperoleh persetujuan dari masyarakat.
Editor : EldeJoyosemito