Uji Coba Digitalisasi Perlinsos di Banyumas, Warga Berbondong-bondong Lakukan Pendataan
"Meski demikian, kami akan terus melakukan pendataan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinkominfo Kabupaten Banyumas Budi Nugroho mengapresiasi pemerintah pusat yang menjadikan Banyumas sebagai salah satu daerah piloting digitalisasi bantuan sosial.
Menurut Budi, integrasi data dari berbagai sumber menjadi salah satu kekuatan utama sistem tersebut. Data masyarakat nantinya dapat dicocokkan dengan informasi dari sejumlah lembaga, termasuk Samsat, BPN, hingga status wajib pajak.
"Nanti ada recognize data dari berbagai sumber, baik itu mungkin Samsat, mungkin BPN, mungkin status sebagai wajib pajak, sehingga warga yang nanti betul-betul akan menerima bansos adalah yang betul-betul sudah terverifikasi dengan benar," jelasnya.
Budi berharap sistem tersebut dapat mengurangi potensi persoalan ketidaktepatan sasaran dalam penyaluran bantuan sosial yang selama ini kerap memicu dinamika di masyarakat.
Untuk mendukung pelaksanaan program, Dinkominfo bersama Dinas Sosial, Dindukcapil, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa telah menyiapkan sekitar 3.500 agen portal Perlinsos.
"Sehingga kami Dinkominfo, bersama Dinsos, bersama Dindukcapil, bersama pemerintah kecamatan dan desa, kita juga sudah menyiapkan agen portal Perlinsos sekitar 3.500 untuk membantu dan untuk tugas Dinkominfo terkait keamanan data juga," pungkas Budi.
Pemerintah Kabupaten Banyumas bersama pemerintah pusat masih melakukan penyempurnaan sistem, pendataan, dan kesiapan infrastruktur sebelum digitalisasi bantuan sosial diterapkan secara lebih luas pada 2027.
Editor : EldeJoyosemito