Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ekshumasi Sutrimo di Banyumas, Dokter Forensik Periksa Tanah hingga Seluruh Organ
Advertisement . Scroll to see content

Pemkab Sidak Pabrik Hebel PT IKN yang Nekat Beroperasi Lagi

Selasa, 08 September 2026 | 15:28 WIB
  • author Elde Joyosemito
Pemkab Sidak Pabrik Hebel PT IKN yang Nekat Beroperasi Lagi
Pemkab Banyumas melakukan sidak terhadap aktivitas pabrik bata ringan atau hebel milik PT Inovasi Kota Nusantara (IKN) di Desa Losari. (Foto: Pemkab Banyumas)

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id Pemkab Banyumas kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap aktivitas pabrik bata ringan atau hebel milik PT Inovasi Kota Nusantara (IKN) di Desa Losari, Kecamatan Rawalo. 

Sidak dilakukan setelah pemerintah daerah menerima laporan warga yang menyebut pabrik tersebut kembali menjalankan aktivitas produksi.

Sidak melibatkan tim gabungan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Pekerjaan Umum (DPU), serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyumas, Selasa (8/9/2026).

Padahal, PT IKN sebelumnya telah dikenai penghentian seluruh kegiatan operasional oleh Pemkab Banyumas dan masih berada dalam pengawasan pemerintah daerah terkait persoalan pemanfaatan lahan dan perizinan.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Banyumas Roni Hidayat mengatakan, tim menemukan indikasi aktivitas produksi saat melakukan pemeriksaan langsung ke dalam area pabrik.

"Dasarnya adalah informasi bahwa pabrik beroperasi lagi. Saat tim mengecek ke dalam, mesin didapati dalam kondisi hidup dan sedang berproduksi. Di lokasi juga terlihat armada truk yang mengangkut bahan baku masuk serta truk yang membawa keluar barang hasil produksi," kata Roni seusai sidak, Selasa (8/9/2026).

Dalam pemeriksaan tersebut, petugas juga bertemu dengan perwakilan manajemen pabrik yang disebut bernama Ahong, penerjemah Candra, serta pekerja bagian produksi yang merupakan tenaga kerja asing asal China.

Dari keterangan pihak penerjemah, aktivitas mesin disebut telah berlangsung sejak Minggu (6/9/2026). Perusahaan beralasan mesin dinyalakan untuk menghabiskan sisa bahan baku yang masih berada di dalam mesin sekaligus menjalankan pemeliharaan rutin.

Editor: EldeJoyosemito

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut