PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id – Kehadiran SMA Soteria Mahardika di Kecamatan Baturraden dinilai semakin memperkuat posisi Kabupaten Banyumas sebagai salah satu daerah yang berkomitmen mengembangkan sektor pendidikan.
Sekolah yang mengusung konsep pembelajaran interkultural tersebut diharapkan menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan Banyumas sebagai kota pendidikan.
Pemkab Banyumas menyambut positif berdirinya SMA Soteria Mahardika yang resmi diresmikan pada Sabtu (30/5/2026). Dalam sambutan tertulis Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono yang dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Banyumas, Junaidi, pemerintah memberikan apresiasi kepada Yayasan Soteria Mahardika beserta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pendirian sekolah tersebut.
Menurut Bupati, keberadaan SMA Soteria Mahardika menjadi kontribusi nyata dalam memperkuat kualitas pendidikan di Banyumas sekaligus mendukung lahirnya generasi muda yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi berbagai tantangan masa depan.
"Pendidikan tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus mampu membentuk peserta didik yang memiliki karakter kuat, berpikir kritis, kreatif, mampu berkolaborasi, serta memiliki kecakapan sosial di tengah masyarakat yang semakin beragam," demikian pesan Bupati yang dibacakan Junaidi.
Di sela kegiatan peluncuran sekolah, Junaidi menegaskan bahwa pendidikan menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah. Hal tersebut sejalan dengan visi Kabupaten Banyumas untuk berkembang sebagai kota pendidikan sekaligus kota pariwisata.
Menurut dia, kehadiran SMA Soteria Mahardika melengkapi berbagai program pendidikan yang saat ini tengah dikembangkan pemerintah daerah. Beberapa di antaranya adalah Sekolah Rakyat yang diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu serta pengembangan sekolah terintegrasi yang nantinya melayani jenjang pendidikan mulai sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.
"Setiap sekolah memiliki segmentasi dan karakteristik yang berbeda. SMA Soteria Mahardika memiliki keunggulan tersendiri, termasuk fasilitas yang mendukung kolaborasi antar guru dan pengembangan inovasi pembelajaran," ujarnya.
Ia menambahkan, pendidikan yang berkualitas harus mampu menyeimbangkan pencapaian akademik dengan pembentukan nilai-nilai etika, budaya, empati, kepedulian sosial, serta semangat gotong royong.
Sementara itu, Konsultan Pendidikan SMA Soteria Mahardika yang juga Direktur Eksekutif Nusa Widyantara Indonesia (NWI), Dwi Agus Yuliantoro, mengatakan sekolah tersebut telah memperoleh izin untuk membuka satu rombongan belajar pada tahun ajaran pertama. Ke depan, pihaknya menargetkan tiga rombongan belajar dengan kapasitas ideal antara 25 hingga 30 siswa di setiap kelas.
Menurut Dwi, SMA Soteria Mahardika hadir dengan konsep sekolah interkultural yang mengintegrasikan kekayaan budaya Indonesia dengan perkembangan ilmu pengetahuan global dalam proses pembelajaran.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
