PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id – Sebanyak 75 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengikuti pelatihan dan penguatan digitalisasi marketing yang digelar di Hetero Space Purwokerto pada Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Komisi C DPRD Jawa Tengah, Bambang Hariyanto Baharudin, yang menilai penguasaan pemasaran digital menjadi kebutuhan mendesak bagi pelaku UMKM agar mampu bersaing di era digital.
Bambang mengatakan pelatihan tersebut merupakan bentuk kepedulian berbagai pihak, khususnya sektor perbankan, dalam memperkuat kapasitas pelaku usaha di tingkat akar rumput. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, perbankan, dan komunitas UMKM menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
"Ini merupakan wujud kepedulian dari perbankan kepada masyarakat. Saya mengapresiasi Bank BPR BKK dan Bank Jateng yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Interaksi langsung dengan pelaku usaha di akar rumput seperti ini sangat penting," kata Bambang.
Ia menegaskan, UMKM selama ini terbukti menjadi sektor usaha yang paling tangguh menghadapi berbagai krisis. Pengalaman saat pandemi Covid-19 menunjukkan bahwa UMKM mampu bertahan sekaligus menjadi penopang perekonomian masyarakat.
"Tidak ada yang membantah bahwa UMKM adalah klaster usaha yang sangat tangguh. Saat pandemi Covid-19 pun sektor ini mampu bertahan. Selain itu, UMKM memiliki kontribusi besar dalam menyerap tenaga kerja dan membantu menggerakkan perekonomian daerah," ujarnya.
Menurut Bambang, hubungan antara dunia perbankan dan UMKM merupakan kemitraan strategis yang memiliki tujuan sama, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi daerah.
Meski demikian, ia mengingatkan tantangan yang dihadapi pelaku UMKM ke depan semakin besar, terutama dalam menghadapi persaingan di ruang digital. Pelaku usaha yang tidak mampu mengikuti perkembangan teknologi berisiko tertinggal.
"Hari ini konsumen dimudahkan dan dimanjakan melalui media sosial dan berbagai platform digital. Karena itu kemampuan digital marketing menjadi sebuah keniscayaan bagi pelaku UMKM," katanya.
Ia berharap para peserta dapat mengikuti pelatihan dengan serius sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk.
"Kami berharap kegiatan ini bisa diikuti dengan baik sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi para pelaku UMKM," ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan kepada Paguyuban Pedagang GOR berupa 15 unit tong sampah sebagai bentuk dukungan terhadap kebersihan dan penataan kawasan usaha.
Bambang berharap kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha dapat terus diperluas untuk membuka akses pembiayaan, pendampingan, serta pengembangan kapasitas UMKM di Jawa Tengah.
Dalam kesempatan itu, Direktur Utama PT BPR BKK Purwokerto (Perseroda) Sugeng Prijono dan pejabat Bank Jateng Supriyadi mewakili Pemimpin Cabang Koordinator Purwokerto Bank Jateng Muhammad Ridowi juga ikut hadir.
Pada pelatihan digitalisasi marketing tersebut pembicaranya adalah Dosen Universitas BPD Semarang Dr Yanuar Rachmansyah dan Ketua PWI Banyumas Lilik Darmawan.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
