AirNav Indonesia menyatakan penutupan tersebut merupakan bagian dari upaya mitigasi terhadap potensi risiko penerbangan yang ditimbulkan oleh abu vulkanik di ruang udara.
Sebaran abu vulkanik menjadi perhatian serius dalam penerbangan karena dapat mengganggu kinerja mesin pesawat maupun sistem penerbangan apabila pesawat melintasi konsentrasi abu dalam jumlah tertentu.
AirNav Indonesia terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi ruang udara dan memperbarui informasi penerbangan berdasarkan situasi aktual di lapangan.
Sementara itu, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih menjadi perhatian. Gunung tersebut berada pada Level III atau Siaga, sehingga perkembangan aktivitas vulkanik dan arah pergerakan abu terus dipantau oleh otoritas terkait.
Dengan kondisi tersebut, penumpang yang terdampak penutupan bandara disarankan mengikuti informasi terbaru dari maskapai dan pengelola bandara sebelum melakukan perjalanan, terutama terkait perubahan jadwal maupun operasional penerbangan.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
