Distribusi air bersih dilakukan ke wilayah yang sumber airnya mulai berkurang bahkan tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Pengiriman dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan laporan dari pemerintah desa maupun kelurahan serta kondisi di lapangan.
Dwi mengatakan, pemantauan terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan daerah yang mengalami kekeringan. Langkah tersebut diperlukan agar bantuan dapat diarahkan ke wilayah yang paling membutuhkan.
"Kami terus melakukan pemantauan dan distribusi berdasarkan kebutuhan di masing-masing wilayah terdampak. Prinsipnya, masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih menjadi prioritas," katanya.
Wilayah terdampak tersebar cukup luas, mulai dari kawasan perkotaan hingga sejumlah desa di bagian barat, selatan, dan timur Kabupaten Banyumas.
Di Kecamatan Karanglewas, misalnya, kekeringan melanda Desa Tamansari, Pasir Lor, dan Kediri. Sementara di Kecamatan Purwokerto Timur, Kelurahan Sokanegara juga masuk dalam daftar wilayah terdampak.
Kecamatan Cilongok menjadi salah satu wilayah dengan sejumlah desa yang membutuhkan bantuan air bersih. Desa Rancamaya, Panusupan, Sudimara, Cipete, Langgangsari, dan Kriegeran tercatat sebagai wilayah terdampak.
Di Kecamatan Sumpiuh, kekeringan antara lain melanda Desa Nusadadi, Karanggedung, Kemiri, Selandaka, serta sejumlah wilayah kelurahan. Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Tambak, antara lain Desa Bunuyu, Gemelar Kidul, Gumelar Lor, Prembun, dan Gebangsari.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
