Dari Warisan Leluhur ke Industri Masa Depan, Jamu Indonesia Siap Mendunia
PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id - Perkumpulan Pelaku Jamu Alami Indonesia (PPJAI) mendorong percepatan industrialisasi pada dunia herbal dan rempah. Harapan itu disampaikan saat menggelar forum PPJAI Pentahelix 2026 di Auditorium Ukhuwah Islamiyah, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, pekan lalu.
Mengusung tema "Modernizing Heritage: Jamu Sebagai Solusi Wellness Masa Depan Bangsa", kegiatan tersebut menjadi wadah kolaborasi antara unsur pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media untuk memperkuat pengembangan industri jamu nasional.
Ketua Umum PPJAI, apt. Heri Susanto, menegaskan bahwa percepatan industrialisasi sektor herbal dan rempah menjadi kebutuhan mendesak di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap produk kesehatan berbasis alami.
"PPJAI mendorong percepatan industrialisasi pada dunia herbal dan rempah. Sebagai jembatannya, PPJAI mengusulkan agar pemerintah mengakomodir herbal dan rempah menjadi bagian dari ekosistem program Makan Bergizi Gratis," ujarnya saat acara yang berbarengan dengan peringatan Hari Jamu Nasional ke-18.
Ia menilai sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam memperkuat daya saing jamu Indonesia. Menurutnya, kolaborasi yang terjalin antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, masyarakat, dan media akan membuka peluang yang lebih besar bagi pengembangan industri jamu di masa mendatang.
"Dengan kolaborasi yang kuat antara pelaku usaha, pemerintah, akademisi, masyarakat, dan media, saya yakin masa depan jamu Indonesia akan semakin cerah," katanya.
Senada dengan itu, Ketua Dewan Pembina PPJAI, Mukit Hendrayatno, mengajak generasi muda untuk ikut mengambil peran dalam menjaga keberlanjutan industri jamu.
Menurutnya, jamu merupakan produk dengan nilai tambah tinggi yang harus terus dilestarikan agar tidak sekadar menjadi bagian dari warisan budaya.
"Jamu adalah produk bernilai tambah tinggi. Jika tidak dilestarikan oleh para penerus, bukan tidak mungkin jamu hanya akan bergeser dari kekayaan alam menjadi sekadar cagar budaya," tegasnya.
Editor : EldeJoyosemito