Sebagai mitra inDrive, Ammana menghadirkan pendekatan berbasis inklusi keuangan Syariah. Dengan menggunakan data perjalanan pengemudi, seperti jumlah trip dan pendapatan bulanan mereka dapat menawarkan skema pinjaman yang lebih adil dan sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Tahap percobaan inDrive.Money dimulai pada akhir 2024, dan kini telah tersedia di berbagai kota, termasuk Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali, Makassar, Palembang, Pematangsiantar, Purwakarta, Sukabumi, Ternate, Garut, dan Bukittinggi.
Widji Tri Kusuma Adhi, Direktur Ammana, menyambut baik kolaborasi ini. Ia menilai layanan ini sangat relevan, terutama menjelang bulan Ramadan, serta sebagai bentuk dukungan terhadap Kampanye GERAK Syariah 2025 OJK Nasional.
"Kami merasa terhormat dapat mendukung inDrive dalam misi mereka untuk menantang ketidakadilan di sektor keuangan dengan menawarkan solusi keuangan yang paling mudah, adil, dan terjangkau kepada ratusan ribu pengemudi," ujarnya.
Sebagai bagian dari tahap awal peluncuran, inDrive telah mengadakan lebih dari 15 sesi pelatihan offline bagi para pengemudi untuk meningkatkan literasi keuangan mereka. Sesi ini bertujuan agar mereka bisa memanfaatkan layanan pembiayaan dengan lebih bijak.
Hasil awal menunjukkan bahwa 63% pengemudi yang menggunakan layanan ini bersedia merekomendasikannya kepada rekan mereka. Tiga alasan utama yang membuat layanan ini menarik adalah persetujuan cepat, fleksibilitas pembayaran dari penghasilan perjalanan, dan akses ke dana saat keadaan darurat.
Indonesia menjadi salah satu pasar strategis utama bagi inDrive. Dengan pertumbuhan sektor ride-hailing dan layanan perkotaan yang pesat, inDrive berencana memperluas layanannya di Tanah Air, termasuk pengembangan lebih lanjut dalam solusi keuangan berbasis digital.
Bagi pengemudi yang ingin mendapatkan manfaat dari inDrive.Money, layanan ini dapat diakses langsung melalui aplikasi inDrive yang tersedia di App Store dan Google Play.
Editor : Arbi Anugrah
Artikel Terkait