Literasi Keuangan Jadi Kunci Cegah Masyarakat Terjebak Investasi Ilegal
Dia menilai kesenjangan tersebut membuat masyarakat lebih mudah menjadi sasaran berbagai modus investasi ilegal. Keputusan investasi, kata dia, kerap dipengaruhi faktor emosional, tren, atau informasi yang beredar di media sosial tanpa melakukan verifikasi terhadap legalitas penyelenggara.
Dian mengingatkan masyarakat agar tidak hanya terpaku pada janji keuntungan besar dalam waktu singkat. Sebelum berinvestasi, masyarakat perlu memastikan legalitas produk serta memahami risiko yang menyertainya.
Menurutnya, ada tiga langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk melindungi aset keuangan, yakni menerapkan prinsip 2L OJK (Legal dan Logis), melibatkan anggota keluarga dalam mengambil keputusan investasi, serta selalu melakukan konfirmasi melalui saluran resmi sebelum menanamkan dana.
Sementara itu, Distribution Head V Bank Mandiri Taspen, Putu Agus Sinom Artawan, menjelaskan bahwa setiap pengajuan kredit di Bank Mandiri Taspen diproses melalui mekanisme berjenjang dan sistem yang melibatkan sejumlah pihak, bukan hanya analis kredit dan pemohon.
Prosedur tersebut diterapkan pada berbagai produk pembiayaan, seperti Kredit Mantap Pensiun, Kredit Mantap Pra Pensiun, maupun Kredit Mantap Aktif, baik untuk nasabah payroll maupun non-payroll.
Selain menjalankan proses penilaian kredit, pihak bank juga memberikan edukasi kepada calon nasabah mengenai fungsi kredit agar penggunaannya disesuaikan dengan kemampuan finansial dan tujuan pembiayaan.
Editor: EldeJoyosemito