Meski harga beras secara umum stabil, sejumlah pedagang mengaku terdapat kenaikan harga beras premium dari tingkat penggilingan sekitar Rp200 hingga Rp300 per kg. Kondisi tersebut dipicu oleh berkurangnya pasokan gabah karena musim panen belum kembali berlangsung serta harga gabah yang mulai meningkat.
Menurut Prawoko, keberadaan beras SPHP menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas harga beras di pasar. Program tersebut memberikan alternatif bagi masyarakat untuk mendapatkan beras dengan harga lebih terjangkau tanpa mengorbankan kualitas.
"Beras SPHP menjadi sarana yang efektif untuk mengendalikan harga beras karena masyarakat memiliki pilihan beras yang murah namun tetap berkualitas," ujarnya.
Dari sisi permintaan, pedagang menyebut penjualan beras saat ini cenderung normal bahkan sedikit menurun. Kondisi itu diduga dipengaruhi oleh penyaluran bantuan pangan pemerintah berupa beras dan minyak goreng kepada masyarakat penerima manfaat.
Selain beras, harga sejumlah komoditas pangan lainnya juga terpantau stabil. Harga telur ayam berkisar Rp23.000 hingga Rp25.000 per kg, sedangkan gula pasir dijual Rp17.000 hingga Rp17.500 per kg. Sementara itu, harga beras ketan mengalami kenaikan dan berada pada rentang Rp13.000 hingga Rp15.000 per kg.
"Secara umum harga komoditas pangan di Kabupaten Banyumas relatif stabil, aman, dan terkendali," kata Prawoko.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
